Perkuliahan

Metode Pembelajaran

Tujuan pendidikan spesialis Patologi Anatomi adalah mendidik dalam bidang pengetahuan/ilmu serta profesi dan moral/etika.
Kompetensi di bidang keilmuan meliputi:
• Ketrampilan diagnosis
1. Menegakkan diagnosis Patologi Anatomi baik histopatologik rutin, potong beku maupun sitopatologik dari bahan organ tubuh yang diperiksa
2. Menetapkan sebab kematian pasien dengan melakukan otopsi
3. Berperan aktif dalm tim medik rumah sakit sebagai spesialis patologi anatomi dalam pengelolaan pasien
• Kemampuan ilmiah
1. Berperan aktif dalam mengembangkan ilmu kedokateran khususnya dalam bidang Patologi Anatomi melalui penulisan karya ilmiah yang dipresentasikan atau dipublikasikan dari hasil penelitian
Kompetensi dalam bidang profesi dan etika meliputi:
• Kemampuan profesi
1. Mengelola sentra diagnostic patologi dalam merancang, melaksanakan dan mengawasi kegiatan di masing-masing unit
2. Berperan sebagain manager suatu sentra diagnosis patologi anatomi
3. Berperan sebagai pengajar dan pembimbing dalam bidang patologi anatomi
• Etika
1. Menerapkan etika profesi Dokter Spesialis Patologi dalam menjalankan tugas atau tanggung jawab sebagai Dokter Spesialis Patologi

Untuk mencapai tujuan tersebut, metode pembelajaran yang digunakan adalah:
1. Kuliah klasikal
Kuliah klasikal secara rutin diberikan selama tahap MKDU dan semester II.
2. Demonstrasi
Demonstrasi diberikan sebelum peserta didik memulai praktikum di pelayanan Patologi Anatomi,
dan diberikan oleh staf pengajar memberikan demonstrasi dalam mata ajar yang bersangkutan.
Bentuk demonstrasi antara lain:
– demontrasi teknik pemotongan specimen makroskopik
– demonstrasi teknik histopatologi, potong beku, histokimia dan imunohistokimia
– demonstrasi teknik pengambilan sampel pada biopsy aspirasi jarum halus untuk tumor superficial
maupun dengan tuntunan radiologi
3. Praktikum
Praktikum dilakukan di laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo dan RS jejaring,
dengan bimbingan staf pengajar.
4. Diskusi
Diskusi dilakukan selama peserta didik menjalan praktikum. Materi diskusi terutama membahas
tentang kasus-kasus yang didapatkan oleh peserta didik.
5. Magang
Magang dilakukan di laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo dan RS jejaring
6. Belajar mandiri
Staf pengajar memberikan arahan (learning issue) yang harus dicari oleh peserta didik.

Media Pembelajaran

Media pembelajaran dalam pendidikan spesialis Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, antara lain:
1. LCD
2. Peralatan laboratorium, mencakup:
– peralatan pemotongan jaringan makroskopis
– peralatan pemroses jaringan
– berbagai pewarnaan untuk jaringan dan sitologi
– mikroskop
3. Sediaan mikroskopis
4. Specimen yang diperoleh dari pasien

Sistem Evaluasi

Evaluasi belajar bertujuan untuk mengetahui apakah peserta program pendidikan telah mempunyai kemampuan akademik maupun profesional sesuai dengan kurikulum pendidikan.
Evaluasi peseta pendidikan program studi, dilakukan dengan menilai :
1. Pengetahuan atau knowledge (bidang kognitif) :
2. ketrampilan atau skill (bidang psikomotor) :
3. sikap atau attitude (bidang afektif) :

Pemberian Angka, Skoring, dan Interpretasi
Setiap hasil evaluasi, baik evaluasi di tiap mata ajar, evaluasi lokal atau evaluasi akhir, disampaikan secara resmi kepada peserta PPDS I.
Untuk mempermudah membuat keputusan dari suatu hasil evaluasi ujian lokal digunakan system angka sebagai berikut:

Tabel.1. Skor, nilai huruf dan interpretasinya pada sistem penilaian
ANGKA NILAI HURUF BOBOT INTERPRETASI
≥ 75 A 4,0 Dengan Pujian
70.0 – 74.9 AB 3,5 Sangat memuaskan
65.0 – 69.9 B 3.0 Memuaskan
60.0 – 64.9 BC 2.5 Lulus
Ujian Presentasi
Ujian yang dinilai oleh penguji dan pembimbing :
1. Journal reading
2. Telaah retrospektif
3. Case report
4. Proposal
5. Ujian tesis tertutup

Ujian Mata Ajar
Merupakan ujian yang diberikan di akhir semester setelah peserta didik menyelesaikan rotasi di semua mata ajar. Ujian dapat berupa ujian tertulis maupun ujian praktikum.
Apabila peserta didik gagal melewati nilai batas minimal akan diberikan ujian perbaikan yang waktunya diatur oleh KPS.
Apabila peserta didik tidak melewati batas lulus setelah ujian perbaikan, maka peserta didik wajib mengulang mata ajar tersebut.

Ujian Lokal Komprehensif
Ujian lokal komprehensif dilakukan sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian nasional di tiap
tahap. Ujian ini diberikan dalam 3 tahap:
– Tahap 1: ujian teori Patologi Anatomi
– Tahap 2: ujian kemampuan diagnostik Patologi Anatomi
– Tahap 3: ujian kemampuan profesi Patologi Anatomi

Ujian Nasional
1. Ujian Nasional diselenggarakan oleh Kolegium Patologi Indonesia
2. Peserta ujian nasional didaftarkan oleh KPS ke Kolegium Patologi Indonesia.
Adapun syarat untuk dapat didaftarkan oleh KPS untuk mengikuti ujian
nasional adalah sebagai berikut:
– Ujian nasional tahap 1: peserta didik telah menyelesaikan textbook
reading, journal reading ke-1 dan lulus ujian lokal tahap 1.
– Ujian nasional tahap 2: peserta didik telah menyelesaikan jurnal reading
ke-3, referat, case report ke-1 dan lulus ujian local tahap 2.
– Ujian nasional tahap 3: peserta didik telah menyelesaikan case report 2,
telaah retrospektif dan ujian penelitian.
3. Ujian nasional dilaksanakan dalam 3 tahap. Tatacara dan persyaratan ujian nasional dapat
dilihat dalam Buku Standard Ujian Nasional yang dikeluarkan oleh Kolegium Patologi
Indonesia.

 Ujian Karya Akhir / Tesis
1. Ujian Karya Akhir tertutup dilakukan setelah penelitian selesai dilaksanakan
2. Penguji tesis terdiri dari: KPS, SPS, Kepala Departemen, Koordinator
Penelitian, Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping (jika ada),
Pembimbing Statistik.
4. Nilai akhir Ujian Tesis adalah nilai rata-rata dari nilai semua penguji

X